top of page

Pecahkan Rekor, Ratusan Telur Pterosaurus Langka Ditemukan di China

  • Dec 5, 2017
  • 2 min read

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN


BESTPROFIT - Para peneliti di China menemukan ratusan telur milik sebuah spesies reptil terbang pada masa dinosaurus. Temuan ini mencakup 16 embrio parsial yang beberapa masih dipertahankan dalam bentuk tiga dimensi (3D).


Dilaporkan dalam jurnal Science pada 1 Desember 2017, embrio menunjukkan bahwa sesaat setelah menetas, hewan tersebut dapat berjalan, tetapi tidak mampu terbang.


Pemimpin penelitian Xiaolin Wang, ahli paleontologi vertebrata dari the Chinese Academy of Science, berkata bahwa dia dan timnya menemukan 215 butir telur di sebuah blok batu pasir berukuran 3 meter persegi yang berasal dari satu spesies pterosaurus. BEST PROFIT


Spesies tersebut, Hamipterus tianshanesis, hidup pada periode kapur awal atau sekitar 120 juta tahun lalu di wilayah China barat laut.


Ini merupakan rekor yang luar biasa. Pasalnya, para peneliti sebelumnya hanya dapat menemukan beberapa telur milik pterosaurus. Lima ditemukan di China, di tempat yang sama, dan dua telur lainnya di Argentina. PT BESTPROFIT


Dilansir dari Science News, kelangkaan ini disebabkan oleh telur pterosaurus yang agak lunak dengan cangkang yang tipis. Ini lebih mirip telur kadal modern, daripada telur buaya, burung dan dinosaurus.


Ciri fisik yang lembut itu membuat telur pterosurus cenderung penyek selama pelestarian. PT BEST PROFIT



Menemukan fosil telur yang mengandung embrio tiga dimensi membuka jalan baru untuk pengembangan pterosaurus, kata Alexander Kellner, ahli paleontologi vertebrata Museu Nacional/Universidade Federal do Rio de Janeiro yang juga co-author penelitian ini.


Kellner berkata bahwa ratusan telur tersebut tidak ditemukan di sarang asli spesies ini. Mereka kemungkinan telah terseret banjir saat badai yang hebat. Kemudian, pasir dan sedimen yang terbawa oleh air dengan cepat mengubur telur lunak tersebut dan mengawetkannya. BESTPROFIT FUTURES


"Kalau tidak, mereka pasti sudah membusuk," ujar Kellner.


Melalui komputerisasi tomografi, para peneliti mengamati isi internal telur tersebut. Dua embrio dalam kondisi terbaik mengungkapkan petunjuk tentang perkembangan pterosaurus.


Bagian kunci dari tulang sayap yang disebut puncak deltopectoral tidak sepenuhnya dikembangkan saat masih embrio, menurut tafsiran para peneliti. Akan tetapi, tulang paha dari embrio tersebut telah berkembang dengan baik.


Ini menunjukkan bahwa, ketika lahir, anak-anak pterosaurus dapat berjalan, tetapi belum bisa terbang.


Para ilmuwan juga mengusulkan bahwa bayi pterosaurus mungkin masih memerlukan perawatan orangtua untuk makan. BEST PROFIT FUTURES


Menanggapi temuan ini, D Charles Deeming, ahli paleontologi vertebrata dari University of Lincoln, Inggris yang tidak terlibat penelitian ini, ingin mengingatkan para peneliti China untuk lebih berhati-hati dalam menginterpretasikan.


Menurut dia, ada bahaya salah penafsiran untuk menyebut bahwa spesies ini belum bisa terbang ketika menetas. Sebab, belum ada cukup bukti untuk mengatakan dengan pasti bahwa embrio yang bersangkutan telah mencapai usia yang cukup untuk menetas.


Namun demikian, dengan jumlah telur yang begitu banyak, Deeming berpendapat bahwa peneliti bisa membuat pengukuran kuantitatif untuk memahami kisaran ukuran dan bentuk telur agar dapat mengetahui variasi ukuran hewan. PT BESTPROFIT FUTURES


 
 
 

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page