Studi: Smartphone Picu Gangguan Pendengaran pada Anak
- Jun 21, 2018
- 2 min read

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT- Smartphone dan tablet dapat memicu risiko gangguan pendengaran pada anak. Setidaknya begitu hasil studi terbaru dari tim peneliti Erasmus University, Belanda.
Lebih dari 3.000 anak dengan rentang usia 9 hingga 11 tahun menjadi objek penelitian dari 2012 hingga 2015. BEST PROFIT
Rekam jejak kesehatan mereka dari lahir dianalisis, berikut keterangan dari para orang tua. Dari situ, 2.000 anak masuk dalam kategori pendengar musik via smartphone dan tablet. PT BESTPROFIT
800 di antaranya memiliki intensitas mendengar musik yang lumayan tinggi, yakni 1 sampai 2 hari dalam sepekan. PT BEST PROFIT
Secara keseluruhan, 14 persen atau 450 anak dinyatakan memiliki gangguan pendengaran. Setengahnya, atau 7 persen, positif menderita gangguan pendengaran untuk frekuensi tinggi. BESTPROFIT FUTURES
Peneliti menyimpulkan, anak-anak yang biasa mendengarkan musik dari smartphone dan tablet memiliki risiko tiga kali lipat lebih besar mengalami gangguan pendengaran frekuensi tinggi. BEST PROFIT FUTURES
Menurut ketua tim peneliti, Carljin M. P. le Clercq, ini adalah studi terbesar terkait korelasi gangguan pendengaran dengan musik di perangkat mobile, yang spesifik menyasar anak-anak. PT BESTPROFIT FUTURES
Ia menilai penelitian ini sangat penting, pasalnya perangkat mobile telah menjadi komponen pokok dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak kecil telah akrab dengan smartphone dan tablet di usia sangat dini. PT BEST PROFIT FUTURES
“Anak-anak usia 9 hingga 11 tahun tumbuh terintegrasi dengan perangkat elektronik. Misalnya, tablet kini digunakan untuk kepentingan edukasi di sekolah,” ia menjelaskan, sebagaimana dihimpun dari Gizmodo. BESTPRO
“Studi lebih lanjut diperlukan untuk melihat peningkatan kebiasaan mendengar musik di perangkat mobile, dan konsekuensinya seperti apa,” ia menambahkan. PT BESTPRO
Ada beberapa langkah yang sudah dibuat untuk menurunkan risiko gangguan pendengaran akibat perangkat mobile. Bestprofit
Di Belanda, sudah ada beberapa kampanye yang mengajak anak-anak sekolah dasar untuk tak mendengarkan musik dengan volume keras. Best Profit
Kebanyakan perangkat yang beredar pun mengikuti regulasi Uni Eropa, yakni menyetel volume default pada 85 decibels. Level tersebut dianggap masih aman untuk kesehatan pendengaran bagi anak-anak. PT Bestprofit

Comments