top of page

Stres Pengaruhi Pola Makan

  • Apr 22, 2019
  • 2 min read

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

BESTPROFIT - Saat sedang stres, seringkali hal pertama yang tercetus di benak individu adalah makan.


Pikirnya, dengan makan, pikiran yang stres akan hilang dan perasaan akan membaik. BEST PROFIT Sebuah penelitian menemukan 30 persen wanita dan 24 persen pria mengatasi stres dengan mengonsumsi makanan yang berlebihan. PT BESTPROFIT "Secara psikologis, ketika merasa buruk tubuh akan bereaksi mencari sesuatu yang lebih baik sebagai defens mechanism. Dalam kondisi ini, seseorang biasanya menginginkan makanan berkalori tinggi dengan gizi minim, seperti es krim, kue, coklat, kentang goreng atau pizza," kata psikolog klinis dari Lighthouse, Tara de Thouars, BA, MPsi, saat ditemui pada acara Emotional Eating oleh Unilever. PT BEST PROFIT


Tara menambahkan, saat stres pengambilan keputusan seringkali tidak tepat, termasuk pilihan saat makan. Itu sebabnya banyak orang yang kemudian menyesal setelah makan banyak. BESTPROFIT FUTURES Tanpa disadari, kebiasaan tersebut dapat memicu emotional eating yang dapat meningkatnya asupan Gula Garam Lemak (GGL) sehingga tubuh rentan akan penyakit seperti obesitas, diabetes, darah tinggi dan penyakit jantung. BEST PROFIT FUTURES "Ketika kondisi ini terus berulang, maka tubuh akan menyimpan kalori dalam jumlah besar. Emotional eating yang tidak ditangani akan menyebabkan gangguan fisik seperti kegemukan atau obesitas," tambahnya. PT BESTPROFIT FUTURES Emotional eating juga biasanya dipengaruhi karena pola asuh sejak kecil. Misalnya ketika sedang belajar, disuguhi camilan atau saat menangis diberikan permen atau makanan manis lainnya agar menjadi lebih tenang. PT BEST PROFIT FUTURES


"Sejak kecil diajarkan untuk makan biar lebih nyaman. Karena itu ketika dewasa baru ngeh kalau stres maka pelampiasannya makan," lanjutnya. BESTPRO Tara menghimbau, emotional eating atau memberi makan emosi memang terkesan sederhana tapi menimbulkan bahaya bagi tubuh. PT BESTPRO


Sebab, emotional eating erat hubungannya antara sistem pencernaan dan pikiran sebagai pusat pengatur lapar. BPF "Jadi saat stres ada baiknya untuk mencari faktor penyebabnya. Makan boleh, tapi kalau berlebihan juga bisa bahaya," pungkasnya. Bestprofit Best Profit PT Bestprofit

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page