China Ubah Gen untuk Ciptakan 5 Monyet Kloningan dengan Gangguan Jiwa
- Jan 29, 2019
- 2 min read

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT – Masih ingatkah Anda dengan Hua Hua dan Zhong Zhong? Pada tahun lalu, kedua nama itu mencuat karena mereka merupakan monyet kloning pertama di dunia.
Secara teori, teknik yang digunakan untuk “membuat” keduanya bisa menciptakan replika dalam jumlah yang tak terbatas. BEST PROFIT
Kini, para peneliti China semakin mendorong batas penggunaan teknik tersebut dengan menciptakan lima lagi kloningan dari monyet yang berbeda. PT BESTPROFIT
Namun, monyet yang dikloning ini rupanya juga telah dimodifikasi gennya agar mengalami gangguan jiwa. PT BEST PROFIT
Dipaparkan dalam dua laporan di jurnal National Science Review, studi yang didanai oleh Chinese Academy of Sciences dan pemerintah Shanghai mengubah gen BMAL1 dari embrio seekor monyet menggunakan CRISPR-Cas9. BESTPROFIT FUTURES
Perlu Anda ketahui, gen BMAL1 berfungsi untuk mengatur ritem sirkadian pada mamalia, termasuk monyet dan manusia. BEST PROFIT FUTURES
Nukleus sel dari monyet yang sudah diedit gennya tersebut kemudian ditransfer ke telur monyet yang telah dibuang sel aslinya menggunakan teknik yang disebut somatic cell nuclear transfer. PT BESTPROFIT FUTURES
Hasilnya seperti yang ditampilkan dalam video adalah lima bayi monyet yang mengalami berbagai “fenotipe gangguan sirkadian”, dari kekurangan tidur, peningkatan gerakan pada malam hari, gangguan kecemasan, depresi hingga perilaku seperti skizofrenia. PT BEST PROFIT FUTURES
Berbagai Masalah Etika
Secara tidak mengejutkan, apa yang telah dilakukan oleh para peneliti China ini menimbulkan banyak pertanyaan etika dari dunia ilmiah. Di samping kondisi kelima bayi monyet itu sendiri, rupanya ada 65 induk pengganti atau surogasi yang menjalani penanaman embrio. BESTPRO
Enam belas di antaranya berhasil mengandung, tetapi hanya lima bayi yang berhasil dilahirkan. Diwawancarai oleh Gizmodo, pakar bioetika Carolyn Neuhaus mengatakan, bila saya adalah anggota komite penelaah etika, saya akan sangat ragu untuk menyetujui penelitian ini karena bahayanya yang luar biasa bagi hewan-hewan tersebut. PT BESTPRO
“Peneliti yang mengajukan studi ini harus memiliki respons yang sangat bagus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang metode mereka dan manfaatnya,” katanya. BPF
Seakan menanggapi pertanyaan Neuhaus dan para peneliti lainnya, peneliti Hung-Chun Chang mengatakan dalam siaran pers, gangguan ritme sirkadian bisa menyebabkan banyak masalah manusia, mulai dari gangguan tidur, diabetes melitus, kanker, sampai masalah-masalah neurodegeneratif.“ Bestprofit
Monyet kami yang sudah diubah gen BMAL-1-nya bisa digunakan untuk mempelajari patogennya dan perawatan terapinya,” ujarnya seperti dilansir dari Futurism, Jumat (25/1/2019)
Peneliti Muming Poo juga menambahkan, tanpa adanya gangguan dari latar belakang genetik, uji praklinis untuk keefektifan terapi bisa dilakukan dengan jauh lebih sedikit monyet kloning yang memiliki fenotipe penyakitnya. Best Profit
Sayangnya, pembelaan para peneliti China belum cukup meyakinkan. Pasalnya seperti kebanyakan studi pada hewan lainnya, belum tentu ilmu yang didapat dari studi ini bisa diaplikasikan pada manusia. PT Bestprofit

Comments