Dibayar untuk Jatuhkan Kompetitor, Tren yang Tidak Sehat di Kalangan YouTuber
- Apr 26, 2019
- 2 min read

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT - Sejak beberapa tahun belakangan, para selebritas online atau kerap diistilahkan “ influencer”, menjadi salah satu channel bagi pemilik brand atau pengiklan untuk mempromosikan produk atau jasa mereka.
Semakin banyak pengikut (follower) atau pelanggan (subscriber) yang dimiliki seorang influencer, maka pengaruh mereka dianggap semakin besar. BEST PROFIT
Karena itu, bayaran mereka untuk mempromosikan brand pun semakin tinggi. Lantas, bagaimana jika seorang influencer justru malah menjelek-jelekkan brand tertentu? PT BESTPROFIT
Hal ini tentu menjadi kekhawatiran bagi para pemilik brand, dan ironisnya dimanfaatkan untuk saling menjatuhkan. Beberapa brand dikatakan sengaja membayar lebih influencer untuk menjatuhkan brand lain yang merupakan kompetitor mereka. PT BEST PROFIT
Hal ini diungkap influencer kecantikan, Marlena Stell, lewat video yang diunggah di channel YouTube-nya dengan 1,4 juta subscriber. Video tersebut kemudian direspons oleh makeup artist (MUA), Kevin James Bennett. BESTPROFIT FUTURES
Ia membenarkan kompetisi tak sehat sebagaimana yang diuraikan Marlena Stell. “Ada perusahaan manajemen influencer yang memasang tarif 75.000 hingga 85.000 dollar AS (Rp 1 miliar hingga Rp 1,2 miliar) untuk ulasan negatif tentang produk kompetitor dari brand yang membayar,” kata Kevin James Benett melalui Instagram personalnya. BEST PROFIT FUTURES
Menggadaikan Idealisme
Secara garis besar, Marlena Stell menjelaskan bahwa kecurangan seperti ini telah terbentuk dari sistem yang oportunis. Brand yang mengeluarkan duit banyak bakal diharumkan namanya oleh para influencer, bahkan bisa mengarahkan opini mereka. PT BESTPROFIT FUTURES
Banyak influencer pun yang menikmati praktik ini. Mereka, kata Marlena Stell, membuat video atau ulasan online semata-mata untuk duit dan rela menggadaikan idealisme. PT BEST PROFIT FUTURES
“Banyak influencer kecantikan yang melakukan pekerjaan ini hanya untuk mengejar popularitas dan uang. Mereka hanya ingin keliling dunia, bukan membagikan cinta terhadap industri kecantikan,” kata dia. BESTPRO
Marlena Stell pun sejatinya memiliki brand kecantikan bernama “Makeup Geek” dan “Marste”. Ia mengaku tak didukung teman-temannya sesama influencer kecantikan karena tak mampu bayar mahal. “Brand kami tak punya duit 60.000 dollar AS (Rp 862 juta) untuk satu video. Itu tarif yang ditawarkan ke kami,” ujarnya dilansir dari The Verge. PT BESTPRO
Pro-kontra di Kalangan Influencer
Video sensasional Marlena Stell menimbulkan gejolak di tengah para influencer. Ada yang membenarkan testimoni tersebut, tak sedikit pula yang menyanggah. BPF
“Saya tak pernah mendengar hal seperti ini terjadi, tetapi saya akui kami memang menerima sponsor,” kata seorang influencer kecantikan, James Charles, via akun Twitter personalnya. Kicauan itu lantas dibalas YouTuber dengan nama “RawBeautyKristi”. Ia setuju dengan James Charles dan bahkan lebih mengutarakan kemarahannya. “Saya benci informasi salah seperti ini. Bestprofit
Saya sudah ada di YouTube selama lima tahun dan tak pernah mendengar hal seperti itu. Kalau benar terjadi, pasti jumlahnya sangat sangat sedikit,” ia berdalih. Best Profit

Comments