Harar, Kota Muslim di Ethiopia yang Memproduksi Bir
- Jul 24, 2017
- 1 min read

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
HARAR terletak di sebuah puncak bukit di Ethiopia bagian timur. Sebagian besar penduduk di sini memeluk agama Islam. Dengan 110 masjid dan 102 tempat suci lainnya berdiri di sini. Bahkan, sejarah mencatat kota ini sebagai kota tersuci keempat bagi umat Islam. Sebagaimana Harar bertumbuh menjadi jalur perdagangan yang strategis antara Afrika, India dan Timur Tengah, negara ini juga tanpa sengaja menjadi pintu penyebaran agama Islam di tanduk Benua Hitam.

Dalam bahasa Arab, Harar dipanggil Madeenat ul Awliya (Kota Orang Suci). Kota ini terkenal karena temboknya yang dibangun pada abad ke-16 guna melindungi warganya dari gempuran tetangga mereka, Kekaisaran Kristen di Ethiopia kala itu. Namun sekarang, warga Muslim dan Nasrani di Harar hidup berdampingan dalam damai.
Meski citranya sangat islamiyah, Harar ternyata memiliki tempat untuk memproduksi bir paling terkenal di Ethiopia. Bahkan produknya terjual hingga ke perusahaan bir dunia Heineken sejak tiga tahun lalu. Pabrik pembuatan bir di Harar sendiri telah berdiri selama 30 tahun. Ciri khasnya ialah label di botol yang menggambarkan gerbang kunonya yang termashyur.

Seperti diceritakan koresponden BBC, Senin (24/7/2017), para sopir taksi tuk tuk di luar gerbang Harar pun tahu ke mana harus menemukan pabrik bir di sana. Lokasinya agak ke atas arah barat, di Bedele.
Setibanya, dia di muka pabrik. Ia melihat pintu masuk tempat pembuatan bir tersebut diapit oleh papan tanda yang melarang senjata api, dan di satu sisi lagi patung botol bir besar.

Botol raksasa itu berukuran empat kali tinggi pria dewasa pada umumnya. Di pekarangannya, peti bir hijau membingkai cakrawala dengan latar belakang sebuah masjid yang juga berwarna dominan hijau di kejauhan.

Comments