Fosil Gigi dan Tulang Berusia 40.000 Tahun Ini Ungkap Kehidupan Manusia Purba
- Sep 7, 2017
- 2 min read

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
LONDON - Penelitian baru telah menemukan bahwa pasukan kuno dari kelompok Neanderthal yang bertahan sampai akhir dari Kroasia jauh lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ‘Vindija Neanderthal’ yang tinggal di Gua Vindija di utara Kroasia hidup 32 ribu tahun yang lalu.
Dilansir dari Dailymail.co.uk, penelitian terdahulu tersebut membuat para pasukan tersebut termasuk dalam kelompok Neanderthal yang terakhir diketahui.
Hal tersebut juga menyiratkan bahwa manusia modern dan Neanderthal pasti hidup berdampingan di Eropa Tengah setidaknya selama 6 ribu tahun.
Tetapi metode penanggalan radiokarbon baru telah menemukan bahwa sisa-sisa ini sebenarnya lebih dari 8 ribu tahun lebih tua dari perkiraan awal.
Salah satu peneliti dari University of Oxford mengatakan bahwa hal tersebut berarti kelompok Neanderthal meninggal sesaat sebelum kedatangan manusia modern di Eropa.
"Studi DNA telah menunjukkan bahwa manusia modern dan Neanderthal saling terkait,” ungkap Dr Thibaut Devièse dari Universitas Oxford. Metode penanggalan yang baru memberikan hasil yang lebih akurat daripada teknik sebelumnya karena memungkinkan pencabutan kontaminan lebih baik dari sampel tulang purba.
“Penelitian kami sebelumnya telah menunjukkan bahwa Neanderthal di Eropa tidak bertahan setelah 40.000 tahun yang lalu, jadi Vindija Neanderthal bukanlah kelompok pengungsi, namun mereka hadir tepat sebelum manusia modern mulai menembus Eropa untuk pertama kalinya,” tambah Tom Higham, rekan penulis penelitian.
Neanderthal pertama kali ditemukan di Gua Vindija pada 1970-an. Pada gua tersebut juga berisikan rangkaian artefak yang panjang dan kaya informasi dari periode paleolitik yang berasal lebih dari 200 ribu tahun lalu sampai sekira 10 ribu tahun lalu.
DNA sebelumnya yang telah diisolasi dari beberapa spesimen tulang menunjukkan bahwa gua tersebut merupakan salah satu situs Neanderthal termuda yang pernah ditemukan.
Namun, penelitian baru ini menunjukkan bahwa gua tersebut lebih tua dari perkiraan sebelumnya.
Untuk membuat penemuan tersebut, tim Oxford memperbaiki teknik analisis yang dahulu digunakan untuk memurnikan tulang sebelum diberi tanda radiokarbon.
Mereka mengembangkan 'metode senyawa tunggal' untuk penanggalan radiokarbon tulang, yang melibatkan pengamatan asam amino tunggal, blok protein bangunan.

Comments